5 Masjid paling Bersejarah di Indonesia

Indonesia memang sudah dikenal sebagai negara yang memiliki penduduk mayoritas memeluk agama Islam paling besar di dunia. Tak heran jika banyak sekali peninggalan sejarah yang merupakan sebuah masjid. Karena dahulu, saat masa kerajaan-kerajaan Islam berkuasa di Indonesia, para pemimpin kerajaan kala itu banyak membangun masjid yang merupakan tempat ibadah umat muslim. Masjid-masjid zaman kuno memiliki keindahan dan arsitektur yang khas apalagi dengan adanya jam digital masjid yang pada zaman modern sekarang sudah mulai banyak ditinggalkan.

Namun bukan berarti bahwa kekunoan bentuk masjid menjadikan nilai keindahannya ikut hilang, justru nilai historisnya yang menjadi lebih kental, dan membuat banyak ummat muslim di Indonesia bahkan luar negeri selalu ingin mengunjunginya sebagai wisata religi atau memang sengaja ingin beribadah di sana.

Nah, berikut ini adalah lima masjid peninggalan sejarah Islam di Indonesia yang sangat direkomendasikan untuk kita kunjungi:

1. Masjid Raya Baiturrahman Aceh

Masjid ini dibangun oleh Sultan Iskandar Muda pada tahun 1612. Kemegahan masjid ini sudah sangat mendunia. Arsitekturnya yang sangat kental khas Aceh membuat masjid ini menjadi icon bagi Aceh.

Masjid megah ini juga menyimpan kisah menakjubkan pada tahun 2004 lalu, yaitu saat Tsunami dahsyat meluluh-lantakkan Aceh. Bangunan-bangunan hancur tak berbentuk, namun masjid Baiturrahman tetap berdiri dengan kokoh dan anggun, bahkan dijadikan tempat perlindungan bagi para warga yang berhasil menghindarkan diri dari arus tsunami yang begitu dahsyat kala itu.

2. Masjid Istiqlal Jakarta

Tentu kita sudah tak asing lagi dengan masjid besar yang terletak di Ibukota Indonesia ini. Masjid yang kerap disorot dan dijadikan icon untuk berbagai acara keagamaan Islam, mulai shalat tarawih sampai shalat Idul Fitri yang disiarkan langsung dari masjid ini. Ya, masjid Istiqlal di Jakarta ini memang memiliki nilai historis sangat kental bagi rakyat Indonesia dan ummat muslim Indonesia tentunya.

Sehingga membuat setiap orang yang mengunjungi Jakarta terasa tak lengkap tanpa mampir ke masjid ini. Masjid yang merupakan masjid terbesar se-Asia Tenggara ini dibangun pada tahun 1961 dan selesai pada tahun 1978, dengan pemrakarsanya adalah Presiden pertama RI, Ir. Soekarno. Istiqlal sendiri adalah bahasa Arab yang artinya Kemerdekaan.

3. Masjid Menara Kudus

Pada tahun 1549 salah seorang wali songo yaitu Sunan Kudus, membangun sebuah masjid lengkap dengan menaranya yang khas di Kudus. Masjid ini dijadikan sebagai tempat ibadah warga Kudus kala itu, juga sebagai tempat Sunan Kudus berdakwah dan mengajarkan ilmu agama kepada warga.

Agar dakwah islam Sunan Kudus kala itu bisa lebih mudah diterima oleh para warga Kudus yang mayoritas beragama Hindu-Budha, maka masjid ini pun dibangun dengan arsitektur mirip bangunan khas Hindu-Budha, sehingga warga tak terlalu kaget dan mampu menerima ajaran Islam dengan lebih mudah. Batu pertama pembangunan masjid ini langsung didatangkan dari Baitul Maqdis, Palestina. Dan masjid serta menara ini dibangun tanpa menggunakan semen.

4. Masjid Agung Demak

Masjid yang satu ini juga tak kalah familiar bagi kita tentunya. Masjid yang menjadi salah satu icon terkuat sejarah persebaran Islam oleh Wali Songo ini memiliki arsitektur yang sangat khas dan nilai historis yang sangat kental. Wali Songo dan Sunan Gresik pernah berkumpul di sini.

Memang masjid yang dibangun pada masa pemerintahan Raden Patah ini juga turut diprakarsai oleh mereka, ruangan masjid ini sering dijadikan tempat berkumpul Raden Patah dan para Wali untuk membahas dakwah Islam di Pulau Jawa. Masjid ini dibangun pada tahun 1466, dan masih berdiri sangat kokoh dan anggun sampai sekarang.

5. Masjid Kotagede Yogyakarta

Pada tahun 1640, Raja Kerajaan Mataram yang bernama Sultan Agung mendirikan sebuah masjid di Kotagede Yogyakarta. Masjid ini kemudian menjadi masjid tertua dan menyimpan nilai historical yang sangat kental bagi penduduk Yogyakarta. Sehingga sayang sekali jika ke Yogyakarta namun tak mampir ke masjid ini.

Arsitekturnya masih kental dengan khas bangunan Hindu-Budha, karena pada masa itu para pekerja yang mengerjakan pembangunan masjid ini kebanyakan masih beragama Hindu dan Budha. Kemudian ketika dakwah Islam sudah memasuki Yogyakarta maka berduyun-duyun masjid ini ramai karena banyak warga yang sudah memeluk Islam. Keunikan masjid ini adalah shalat terawih yang selalu diadakan pukul 00.00 tepat di setiap bulan Ramadhan.

SEOAgency

SEOAgency.co.id Melayani: Jasa SEO, Jasa Backlink, Jasa Blogroll, Jasa Content Placement, Jasa Press Release dan Jasa Penulis Artikel.

Contact

PT. SEO Digital Indonesia

Email: [email protected]

WA: 081221080222